Dewa Penyapu Jalan
Tak terasa Dewa telah sampai di Terminal Kampung Melayu. Ia langsung mengambil sapu lidi dan langsung memulai pekerjaannya. Tak terasa pekerjaan Dewa telah selesai ia langsung bertemu dengan mandornya untuk mengatakan bahwa pekerjaan saya sudah selesai.
Mandor : "Apakah sudah selesai pekerjaanmu?"
Dewa : "Sudah selesai pak"
Mandor : "Ini upah untuk kamu, teria kasih ya"
Dewa : "ya pak, sama-sama"(kata Dewa)
Pada saat Dewa ingin perjalanan pulang ada 4 anak SMA yang ingin berwawancara. Anak SMA tersebut bernama Rian, Pingkan, Bella, Benny, Angel. Anak SMA tersebut belum bertemu dengan narasumber yang tepat, tetapi pada saat ke Terminal Kampung Melayu mereka bertemu narasumber yang tepat. Narasumber yang tepat itu bernama Dewa. Dewa diwawancarai oleh 4 anak SMA tersebut di dekat Terminal Kampung Melayu. Anak SMA tersebut bertanya.
Anak SMA : "Dewa kerjanya nyapu dijalanan"
Dewa : "Iya"
Anak SMA : "dimana ayah dan ibumu?'
Dewa : "Ayah sedang tidak kerja dan ibu sudah meninggal"(pertanyaan itu yang membuat Dewa menjadi nangis)
Anak SMA : "Sudah berapa lama meninggalnya?"
Dewa : "2 tahun"
Anak SMA : "Ibu Dewa meninggal karena apa?"
Dewa : "Sakit”
Dewa bergegas untuk menuju warung makan. Dewa membeli sebungkus nasi, tempe dan bakwan. Dewa akhirnya bergegas untuk menuju rumahnya. Sebungkus nasi tersebut dimakan bersam ayah dan adiknya. Dewa merasa senang karena perut ayah dan adiknya sudah terisi oleh nasi walaupun tak seberapa.
Dewa mempunyai dua kakak dan dua adik. Kakak Dewa yang satu meninggal dan yang satunya pergi dari rumah. Dewa bekerja dari jam 9 sampai jam 12. Dewa bersekolah di SD 06 dan Dewa menduduki kelas 2. Dewa sempat berhenti sekolah, karena kondisi ekonmi keluarganya ang tak mampu untuk membiayai sekolah Dewa. Dewa bertekad untuk melanjutkan sekolahnya demi menggapai cita-citanya, yaitu menjadi pemain sepak bola profesional.
Bagaimanapun juga ia harus menjadi tulang punggung keluarganya. Ayahnya sudah tak sanggup lagi bekerja karena tangannya sakit karena menganggkat beban berat di pasar saat itu. kakak yang satu meninggal karena terserempet kereta kakak yang kedua pergi dari rumah. Keadaan ini pun yang menjadikannya menjadi pencari nafkah di keluarganya. Kini dia harus menghidupi keluarganya setiap hari.
Pesan yang terkandung adalah
-
Kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki dan kita harus bersyukur
dengan apa yang allah limpahkan- Jangan lah mudah untuk putus asa dan jangan lah mudah untuk menyerah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar